PEMBELAJARAN
SMK BEST ARGO 1

PEMBELAJARAN DI SMK BEST AGRO 1

A.    Kurikulum

Pembelajaran di SMK Best Agro 1 menerapkan pembelajaran
Kurikulum 2013.

B.    Kompetensi Keahlian

SMK Best Agro 1 membuka dan menyelenggarakan pendidikan
Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan.

C.      Waktu dan Tempat Pembelajaran

1.     Waktu pelaksanaan pembelajaran yang diselenggarakan di SMK Best Agro 1 diatur dalam
bentuk Kalender Akademik.

2.    Tempat pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan di Sekolah baik teori maupun praktik dan
di luar sekolah terutama di Dunia Usaha/Industri PT Best Agro Intenational
(group).

3.     Pelaksanaan pembelajaran di luar sekolah terdiri atas 3 (tiga) kegiatan utama yaitu:

a.     Kunjungan Belajar (KB) yakni pembelajaran di DU/DI di PT Best Agro International (group)
pada hari atau jam tertentu terkait materi atau fasilitas atau SDM yang belum
memadai di sekolah.

b.    Kunjungan Industri (KI) yakni paket pembelajaran di DU/DI di PT Best Agro International
(group) sesuai kompetensi kompetensi keahlian.

c.     Praktik Kerja Lapangan (PKL) yakni paket pembelajaran di DU/DI di PT Best Agro
International (group) selama 3 – 6 bulan sesuai kompetensi keahlian.

D.    Ketentuan Pelaksanaan Remedial

1.     Ketentuan pelaksanaan remedial

a.     Setiap peserta  didik  berhak mengikuti  kegiatan  pembelajaran remedial  untuk memperbaiki prestasi  belajar  sehingga mencapai  Kriteria  Ketuntasan Minimal  yang  ditetapkan oleh sekolah.

b.    Pelaksanaan pembelajaran remedial hanya dilakukan terhadap peserta didik yang dalam penilaian proses dan  hasil  belajar yang  diperolehnya  baik pada  satu  Kompetensi Dasar maupun pada satu mata pelajaran belum mencapai Kriteria  Ketuntasan Minimal  yang telah ditetapkan.

c.     Hasil nilai remedial peserta didik yang telah tuntas ditulis oleh guru mata pelajaran pada kartu tanda mengikuti remedial diisi dan ditanda tangani oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan selanjutnya diserahkan kepada bidang akademik dan wali kelas.

d.    Bidang akademik  dan  wali kelas  tidak  berhak merubah  nilai  siswa yang  belum menyerahkan kartu   tanda telah   mengikuti   remedial sekalipun   siswa   yang bersangkutan telah mengikuti remedial.

2.    Waktu pelaksanaan pembelajaran remedial

a.    Pelaksanaan pembelajaran remedial  dapat  dilakukan pada  setiap  akhir ulangan  harian  dan ulangan tengah semester.

b.     Peserta didik  yang  nilainya belum  mencapai  KKM diberi  kesempatan  mengikuti remedial maksimal 3 (tiga) kali.

c.     Batas waktu  pelaksanaan  remedial paling  lambat  sampai dengan  akhir  tahun pelajaran.

d.    Apabila sampai batas waktu yang ditentukan siswa belum melaksanakan remedial, maka bidang akademik dan wali kelas berhak menulis nilai siswa yang bersangkutan dengan nilai sebelum remedial  secara permanen pada E-Raport.

3.    Teknis pelaksanaan remedial

a.    Pelaksanaan pembelajaran remedial juga  dapat  dilakukan setelah  peserta  didik  mempelajari Kompetensi Dasar (KD) tertentu.

b.     Mengingat indikator keberhasilan  belajar peserta didik adalah tingkat ketuntasan dalam mencapai    Kompetensi Dasar (KD) maka pelaksanaan remedial dapat juga dilakukan setelah peserta didik menempuh  beberapa  Peserta didik yang belum mencapai penguasaan  KD tertentu maka perlu mengikuti program remedial.

c.    Bentuk pelaksanaan remedial dapat dilakukan peserta didik dengan cara:

1)    Mengikuti pembelajaran ulang yang diberikan guru dengan metode dan media yang berbeda.

2)    Mengikuti bimbingan  secara  khusus yang  diberikan  guru, misalnya  melalui bimbingan perorangan dan atau kelompok.

3)    Mengerjakan tugas-tugas latihan secara khusus yang diberikan oleh guru.

d.    Hasil belajar yang menunjukkan tingkat pencapaian  kompetensi  melalui penilaian
diperoleh  dari  penilaian proses  dan  penilaian.    Penilaian  proses 
diperoleh melalui  postes,  tes kinerja,  observasi,  dan  lain-lain.   Sedangkan  penilaian  hasil diperoleh melalui ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester.

e.     Jika peserta didik tidak lulus karena penilaian hasil maka peserta didik yang bersangkutan hanya mengulang tes tersebut dengan pembelajaran ulang jika diperlukan. Namun apabila ketidaklulusannya peserta didik akibat penilaian proses yang tidak diikuti (misalnya kinerja praktik, diskusi, presentasi) maka peserta didik harus mengulang semua proses yang harus diikuti.

f.     Nilai hasil remedial  yang  diperoleh peserta  didik  tidak  melebihi  nilai  Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan.

E.    Ketentuan Pelaksanaan Pengayaan

1.     Ketentuan pelaksanaan pengayaan

a)    Pembelajaran pengayaan   merupakan   kegiatan  peserta   didik  yang melampaui persyaratan minimal  yang  ditentukan oleh  kurikulum  dan tidak  dilakukan  oleh semua peserta didik.

b)    Pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengembangkan minat dan bakat serta mengoptimalkan kecakapannya.

c)     Bentuk pengayaan dapat berupa belajar mandiri yang berupa diskusi,tutor sebaya,
membaca dan lain-lain  yang menekankan  pada penguatan  KD tertentu dan tidak ada penilaian di dalamnya.

2.    Teknis pelaksanaan pengayaan

a.    Pelaksanaan pengayaan dapat dilakukan dalam bentuk:

1)    Belajar Kelompok Sekelompok  peserta didik  yang  memiliki minat  tertentu  diberikan pembelajaran  bersama pada  jam  pelajaran sekolah  biasa  sambil menunggu peserta didik lainnya yang mengikuti pembelajaran remedial karena belum mencapai ketuntasan.

 

2)    Belajar mandiri Peserta didik belajar secara mandiri mengenai sesuatu yang diminati.

 

3)    Pembelajaran berbasis tema Memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu.

 

4)    Pemadatan kurikulum Pemberian pembelajaran   hanya  untuk kompetensi   yang  belum 

diketahui peserta didik.   Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi baru atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing.

b.     Sekolah memfasilitasi   peserta  didik dengan  kelebihan   kecerdasan  dan  bakat istimewa  dalam 
bentuk  kegiatan  pengembangan diri  dengan  kompetensi bidang sains, seni budaya, dan olahraga.

 

c.     Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan dilakukan dalam bentuk portofolio dan dihargai
sebagai nilai tambah dari peserta didik yang normal.